RAPAT ADVOKASI LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR DALAM  REMBUK STUNTING  TAHUN 2021

         Sebagaimana kita ketahui, sejak tahun 2020 berdasarkan Surat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas tanggal 29 april 2019, Pemerintah Kabupaten Merangin ditetapkan menjadi lokasi fokus penurunan Stunting. Menindaklanjuti hal tersebut, maka pemerintah daerah Kabupaten Merangin telah melakukan 8 (delapan) aksi Konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting secara terintegrasi dengan lintas sektor baik itu pemerintahan daerah, pemerintahan desa,  masyarakat, akademisi, BUMN, perusahaan, dan pelaku usaha. Dari 8 (delapan) aksi konvergensi telah dilaksanakan aksi 1 sampai dengan aksi 8. Dari hasil review yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu, diketahui bahwa meskipun dari sisi anggaran yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Namun upaya penurunan Stunting di Kabupaten Merangin tetap menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Berdasarkan data e-ppbgm per agustus 2020, dibandingkan data tahun 2019, kondisi stunting di 15 (lima belas) Desa lokus tahun 2020 telah mengalami penurunan kasus sebanyak 58,83%.

       Agenda kita hari ini adalah rembuk stunting. Rembuk stunting merupakan aksi konvergensi stunting yang ke-3 yang bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi; mendeklarasikan komitmen pemerintah kabupaten dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi di kabupaten. Berdasarkan hasil analisis situasi pada aksi 1 (satu) dan pemetaan program kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif pada aksi 2 (dua) ditetapkan lokus desa prioritas pencegahan dan penurunan stunting untuk tahun 2021 lokus desa sebanyak 19 desa dan untuk tahun 2022 lokus desa sebanyak 39 desa. Selanjutnya terhadap desa-desa lokus ini, secara bersama-sama dan terintegrasi harus diintervensi baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun masyarakat serta dunia usaha.

      Wakil Bupati Merangin (H. MASHURI, S.Pd, MM)  Saya berharap melalui rembuk Stunting itu dapat menghasilkan komitmen bersama untuk percepatan penanganan dan penurunan stunting. Karena stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan anak secara fisik semata. Namun juga pertumbuhan cara berpikir bahkan pada saat dewasa nanti bisa mempengaruhi potensi generasi penerus dalam berkarya dan bekerja. Sehingga berdampak pada perekonomian dan kemajuan suatu daerah di masa depan. Perlu diingat bahwa stunting ini tidak bisa diobati, tetapi bisa dicegah. Oleh karena itu upaya untuk mengatasi stunting sepenuhnya adalah upaya pencegahan karena stunting ditentukan oleh kondisi 1000 hari pertama kehidupan seorang anak, yaitu sejak janin ada di dalam kandungan hingga anak berumur 2 tahun. Stop stunting itu penting, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.