Konsultasi Publik Hasil Pendampingan Penyusunan  RTGLD

Pemerintah Indonesia bersama KFW Entwicklungsbank Jerman membiayai pelaksanaan "Forest Programme (REDD+): Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Pengembangan Manajemen Daerah Aliran Sungai Terpadu"
Proyek FP ll dengan dana dari Kementerian Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) dengan Periode tujuh tahun (2016-2022) di Taman Nasional Kerinci Seblat dan daerah penyangganya di bagian barat Provinsi Jambi di Sumatera. Program ini mengambil langkah-langkah konservasi  keanekaragaman hayati dan rehabilitasi daerah aliran sungai untuk mengurangi tekanan pada Taman Nasional dan memperbaiki mata pencaharian dan penggunaan termasuk penerapan model-model kehutanan sosial.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertanggung jawab atas pelaksanaan Program dengan Direktorat Konservasi Tanah dan Air (KTA) sebagai Badan Pelaksana Program/Programme-Executing Agency dan Hutan Lindung (PDASHL), Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

Tujuan utama dari Pendampingan Penyusunan Rencana Tata Guna Lahan Desa di 3 Desa Wilayah Masyarakat Hukum Adat Marga Serampas Kabupaten Merangin adalah untuk membantu dan memberdayakan Pemerintah dab masyarakat desa dalam penyusunan rencana tata ruang desanya, untuk mendukung program-program pembangunan kehutanan termasuk perlindungan hutan konservasi ( TNKS), pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), penerapan skema-skema perhutanan sosial, serta pemanfaatan lahan desa secara lestari dan peningkatan sosial ekonomi pedesaan. Untuk mencapai tujuan ini, Balai TNKS telah menugaskan CV Agrosilva untuk melaksanakan penyusunan Rencana Tata Guna Lahan Desa (RTGLD) di tiga desa 
- Desa Tanjung Kasri
- Desa Lubuk Mentilin
- Desa Rantau Kermas
RTGLD tersebut merupakan perencanaan tata ruang dan pemanfaatan lahan untuk 20 tahun ke depan.

Tujuan umum dari penugasan ini adalah untuk menunjang komponen 1.1 forest programme II dimana keberadaan TNKS di  akui dan secara bersama di terima instansi instansi Pemda, LSM dan masyarakat di sekitarnya. Proses ini dirancang untuk dapat menyusun penggunaan lahan yang akan dilaksanakan oleh masyarakat dan desa secara partisipatif, serta berbagi peran dalam tata guna lahan yang bisa memberikan manfaat maksimal dalam pemanfaatan lahan yang berada di bawah pengelolaan pemerintahan daerah (area penggunaan lain), maupun yang berada dalam perlindungan kawasan hutan negara. 

Proses konsultasi di tingkat Kabupaten Merangin dan kerinci ini dirancang untuk dapat mengumpulkan masukan untuk menyempurnakan RTGLD yang telah disusun oleh dewan pengawas dan tim teknis di 3 desa. Secara khusus, konsultasi publik ini dilakukan untuk :
1. Memberi kesempatan kepada tiga desa yang telah menyusun RTGLD untuk 20 tahun kedepan kepada para pihak terkait di tingkat kabupaten.
2. Menghimpun saran dan masukan dari para pihak untuk penyempurnaan atas draf RTGLD yang telah disusun dan,
3. Menyalurkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam aspek penataan ruang dan pengelolaan SDA secara berkelanjutan.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan konsultasi publik ini dirancang untuk dapat menghasilkan Proses penyaluran aspirasi perencanaan ditingkat desa ke tingkat Kabupaten dan menghimpun masukan dan saran untuk penyempurnaan draf RTGLD serta pelaksanaannya.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.